Mengenal Saham

Mengenal Saham

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas terkait saham. Apa itu saham? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu pengertian saham adalah

surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberi hak atas dividen dan lain-lain menurut besar kecilnya modal yang disetor.

Berdasarkan pengertian ini, pada dasarnya adalah pemilik perseroan terbatas atau badan/unit usaha. Misalnya sebuah usaha berupa perusahaan yang sahamnya dimiliki beberapa orang, maka masing-masing orang yang memiliki saham perusahaan tersebut memiliki perusahaan tersebut dengan porsi yang sesuai dengan kepemilikan sahamnya. Secara sederhana dimisalkan PT Tahu Chrispy Sejahtera memiliki total 1000 lembar saham terbagi kepada tiga orang pemegang saham:

  • Albert memiliki 400 lembar saham yang berarti 40% perseroan terbatas,
  • Barley memiliki 350 lembar saham yang berarti 35% perseroan terbatas,
  • dan Christine memiliki 250 lembar saham yang berarti 25% perseroan terbatas.

Dalam kasus ini, kepemilikian PT Tahu Chrispy Sejahtera terbagi sesuai kepemilikan sahamnya.

Apa untungnya menjadi pemegang saham? Karena setiap pemegang saham adalah pemilik perseroan terbatas, masing-masing pemegang saham berhak atas kendali termasuk keuntungan atas perseroan terbatas tersebut. Misalnya PT Tahu Chrispy Sejahtera tadi memiliki keuntungan 5 Miliar Rupiah tahun 2015 dan berdasarkan keputusan bersama, 80% keuntungan dibagikan kepada pemegang saham dan 20% sisanya diputar sebagai modal. Maka total keuntungan yang dibagikan sebagai dividen adalah 4 Miliar Rupiah dengan pembagian:

  • Albert mendapatkan 1,6 Miliar Rupiah (40% dari 4 Miliar Rupiah),
  • Barley mendapatkan 1,4 Miliar Rupiah (35% dari 4 Miliar Rupiah),
  • dan Christine mendapatkan 1 Miliar Rupiah (25% dari 4 Miliar Rupiah).

Semakin besar kepemilikan, semakin besar juga pembagian dividen untuk pemegang saham tersebut. Hal ini karena modal yang disetor juga lebih besar. Jika perseroan terbatas menderita kerugian atau secara ekstrem mengalami kebangkrutan, maka kerugian yang diderita masing-masing pemegang saham juga berlaku proporsional. Semakin besar modal yang disetor, semakin besar juga risiko yang ditanggung, terkait modal yang disetor. Keputusan dalam perseroan terbatas juga berlaku proporsional. Misalnya PT Tahu Chrispy Sejahtera berencana membuka cabang usaha di Abu Dhabi dan dilakukan voting kepada pemegang saham, Albert tidak setuju, sedangkan Barley dan Christine menyatakan setuju. Maka suara untuk opsi setuju adalah 60% dan tidak setuju adalah 40%. Meskipun Albert adalah pemilik jumlah saham paling banyak, suaranya dapat dikalahkan oleh Barley dan Christine jika keduanya memiliki pendapat yang sama tetapi bertentangan dengan Albert.

Nah, mungkin demikian dulu artikel kali ini. Artikel berikutnya akan membahas penambahan modal dan dasar-dasar (fundamental) dari saham.

 

sumber gambar: Mandiri Sekuritas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *