Diam dan Taman

Diam dan Taman

Terdiam diriku di sebuah taman, dirimu pun demikian, meski kita saling berdekatan. Tiada suara terucap, dariku maupun darimu. Kita hanya duduk di bangku yang sama dan tanpa suara.

Pedagang asongan menjajakan dagangannya. Aku ingin membeli darinya minuman untuk melepaskan dahaga. Sesaat sebelum aku membeli minuman, aku ingin menawarimu. Aku tahu dirimu juga haus, tetapi aku ragu untuk bicara denganmu. Akhirnya aku membeli satu botol kecil teh manis untuk diriku sendiri. Tak lama setelah itu, dirimu juga berdiri membeli teh manis juga.

Anak-anak kecil yang lucu bermain di kolam taman dengan bahagianya. Terkadang aku iri dengan anak-anak itu, tiada ragu dan tiada malu bermain di kolam taman. Ah, andai tidak ada yang aku khawatirkan, tiada malu tiada ragu, mungkin aku juga akan menceburkan diri ke kolam itu. Dirimu mungkin tak tahu, aku lelah, lelah akan aktivitasku dan juga lelah terus menerus berdiam-diaman denganmu. Kenapa kita tidak bercengkrama seperti orang-orang lain di taman ini? Ah, sudahlah.

 

sumber gambar: freepik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *