Malabar

Malabar

Pagi itu ketika adzan subuh berkumandang sayup-sayup di luar kereta api tetapi tidak terdengar di dalam, beberapa penumpang masih tertidur lelap. Beberapa menit kemudian, aku beralih ke kereta makan untuk menunaikan shalat subuh. Sebagai informasi, kereta api ini berangkat dari St. Malang pukul 16.00 sore dan dijadwalkan tiba di St. Bandung pukul 07.48 pagi pada hari berikutnya, sehingga penumpang mengalami tiga waktu shalat di atas kereta api (biasanya maghrib dan isya dijamak). Sesampai di kereta makan yang juga tempat atau basecamp kru, di lorong sudah tergelar sajadah dan beberapa kru sudah antre untuk sholat karena keterbatasan tempat, kebetulan kereta ini tidak memiliki mushola tersendiri. Aku pun minta izin untuk ikut antre menunaikan shalat di tempat itu. Setelah selesai shalat, aku kembali ke tempat dudukku yang keretanya berada setelah kereta makan. Aku melihat sebagian kecil, maaf, hanya segelintir penumpang terbangun dan menunaikan shalat dalam posisi duduk di tempat duduknya. Sebagian besar yang lain, hampir seluruh penumpang, tetap tertidur lelap, bahkan hingga kereta api memasuki Kota Bandung dan matahari telah menampakkan sinarnya.

Sahabat, pernahkah kita melalaikan shalat? Atau mungkin sekedar menunda-nundanya tanpa ada uzur? Bukan berarti aku sama sekali tidak pernah. Pada kejadian ini, kru kereta api (KA Malabar) saat itu menunaikan shalat di atas perjalanan dan dalam pekerjaan mereka meski harus antre serta tempat yang terbatas. Sebagian (sangat) kecil penumpang lain menunaikan sambil duduk di tempat duduknya, mungkin karena tidak tahu boleh shalat di kereta makan atau kurang sanggup shalat dalam keadaan berdiri. Sedangkan kita terkadang, bahkan sering, melalaikan atau menunda-nunda shalat dengan kondisi yang lebih baik, baik dari tempat maupun waktunya. Masjid yang telah dibangun dengan bagusnya, yang bahkan sesak ketika shalat Jumat, jarang sekali bisa terisi penuh atau bahkan tidak sampai setengahnya ketika waktu shalat tiba. Terutama ketika subuh dimana kita masih menikmati nikmatnya tidur dan indahnya mimpi yang diberikan Allah. Sungguh, beberapa nikmat adalah ujian bagi manusia.

in frame: Kereta Api Malabar di Stasiun Cipeundeuy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *